Senin, 19 Desember 2011

Pendidikan Orang Dewasa


Konsep Pendidikan Orang Dewasa


2.1 Pengertian Andragodi
Andragogi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni andra berarti orang dewasa dan agogos berarti memimpin atau membina. Definisi andragogi kemudian dirumuskan sebagau "Suatu seni dan ilmu untuk membantu orang dewasa belajar".  Andragodi adalah kelanjutan dari paedagodi yang menggantungkan tanggung jawab atas segala keputusan tentang belajar kepada guru dan meletakkan murid dalam satu peran yang terikat, terbatas, dan hanya mengikuti perintah guru.
a.       Kebutuhan Belajar Orang Dewasa
Konsep belajar orang dewasa mencangkup keseluruhan proses pendidikan yang teroganisir dan terarah agar orang dewasa mampu mengembangkan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan profesionalitas dalam upaya mewujudkan kemampuan ganda sebagai pribadi yang utuh dan mampu beradaptasi dengan perkembangan sekitar secara bebas, seimbang, berkesinambungan, dan bertanggungjawab. Ruang lingkup kemampuan beradaptasi tersebut meliputi respon terhadap perkembangan dan perubahan social budaya, ekonomi, serta teknologi. Keberhasilan pembelajaran orang dewasa ditandai dengan adanya perubahan perilaku ke arah pencapaian kapasitas memadai karena adanya proses belajar melalui interaksi dengan individu lain. Hasil akhir yang dinilai dari pendidikan orang dewasa adalah apa yang diperolehnya dari suatu interaksi pendidikan, bukan apa yang dilakukan pengajar dalam interaksi tersebut.
b.      Prinsip Pendidikan Orang Dewasa
            Dalam belajar orang dewasa mengharapkan pengakuan orang lain, otonom, dan dijamin keamananya untuk menjaga identitas dirinya dengan cara penolakan atau ketidaksenangan atas usaha orang lain yang menekan, memaksa, dan manipulasi tingkah laku yang ditujukan pada dirinya. Malcom Knowles dalam bukunya The Modern Practice of Adult Education menekankan prinsip dasar andragogi paling tidak ada empat asumsi, yaitu :



-          Konsep kemandirian mengatur diri ( Self-Directing )
              Adanya keterlibatan diri dalam proes perencanaan pembelajaranya yang disertai penerimaan, penghargaan, dan dukungan terhadap pembelajaran orang dewasa.
-          Banyaknya pengalaman yang bervariasi
              Pengalaman diperoleh dari penggunaan teknik partisipatoris yang eksperensial dari berbagai kegiatan yang terpadu dan mendorong orang dewasa untuk memperhatikan pengalaman-pangalaman secara objektif dan “belajar bagaimana belajar” dari mereka.
-          Kesiapan belajar
              Kurikulum disesuaikan dengan kehidupan nyata individu yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan peran social orang dewasa.
-          Orientasi belajar
              Belajar disesuaikan dengan kebutuhan individual dan diberikanya  untuk mengidentifikasi masalah-msalah tertentu untuk mencari solusinya.

c.       Tujuan belajar orang dewasa
            Dalam pendidikan, orang dewasa mengarahkan kegitan belajarnya pada upaya pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri dan menemukan jati diri.

2.2  Implementasi Andragogi dalam pembelajaran
a.       Kondisi pembelajaran
            Dalam ruang pendidikan orang dewasa, pembimbing tidak terlalu mendominasi, sedikit bicara, serta berupaya agar individu mampu mengembangkan kepribadianya secara mandiri. Sehingga seorang pembimbing menempatkan dirinya sebagai fasilitator lebih banyak mendengar dan menerima gagasan, menilai dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Keaktifan belajar orang dewasa dapat ditingkatkan melalui pelibatan dirinya menjadi bagian dari satu tujuan dalam pembelajaran. Proses pelibatan dilakukan dengan pemberian kesempatan untuk berdialog, memberikan sumbangan pikiran terhadap kelompok, sehingga  dirinya merasa bermanfaat, berharga dan diakui oleh orang lain.
            Orang dewasa memiliki system nilai, pendapat, dan penilaian beragam. Melalui penciptaan suasana yang harmonis, individu belajar secara terbuka dalam mengemukakan ide, gagasan, perasaan, dan pikiran tanpa rasa takut dan cemas, meski dalam suasana perbedaan pendapat.
            Orang dewasa belajar secar khas dan unik sesuai tingkat kecerdasan, kepercayaan diri, dan perasaan masing-masing. Hal ini harus diakui oleh pembimbing untuk menghindari penyamarataan yang keliru. Sehingga kebersamaan dalam kelompok tidak selalu harus sama dalam memutuskan sesuatu, tapi yang harus dibangun adalah pemahaman individu tentang pentingnya kelompok dalam mencapai tujuan. Pembimbing mendorong individu berani tampil beda asalkan benar, mau mencoba perilaku dan pengetahuan baru. Resiko dan kesalahan yang timbul dari perilaku baru tersebut tetap diakomodir untuk diluruskan jika salah dan merupakan sesuatu yang wajar dalam prose belajar.
            Dalam pembelajaranya orang dewasa ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Sehingga diperlukan adanya evaluasi bersama dari seluruh proses dan tujuan, untuk dijadikan sebagai bahan renungan dan dasar perbaikan bagi dirinya.

b.      Implikasi andragogi dalam pembelajaran
            Dalam andragogi pembimbing mempersiapkan perangakat atau prosedur agar mendorong dan melibatkan secara aktif seluruh anggota belajar. Proses pembelajaran melibatkan beberapa aspek, meliputi sebagai berikut :
o   Menciptakan suasana yang mendukung proses belajar mandiri
o   Menciptakan mekanisme dan prosedur untuk perencanaan bersama secara partisipatif
o   Diagnosis kebutuhan belajar
o   Merumuskan tujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar
o   Merencanakan pola dan teknik pengalaman belajar yang memadai
o   Mengevaluasi hasil belajar dan mendiagnosis kembali kebutuhan belajar
           



Implikasi andragogi dalam praktik pembelajaran :
o   Menciptakan iklim pembelajaran kondusif, meliputi :
§  Pengaturan lingkungan fisik, meliputi penataan ruangan dan peralatan peraga. Hal ini ditujukan agar orang dewasa merasa nyaman, aman, terbiasa, dan mudah dalam belajar.
§  Pengaturan lingkungan dan psikologis, meliputi adanya dukungan dari pembimbing dan bina suasana yang bersahabat, menyenagkan,  dan demokratis, tanpa adanya rasa takut dan tertekan kerena adanya perbedaan pendapat. Hal ini ditujukan agar orang dewasa merasa diterima, dihargai, dan didukung.
o   Diagnosis kebutuhan belajar, meliputi :
§  Melibatkan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar
§  Mengembangkan suatu model kompetensi atau prestasi yang diharapkan
§  Menyediakan berbagai pengalaman belajar yang dibutuhkan dan relevan dengan kenyataan hidup
§  Melakukan perbandingan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada.















BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Berdasarkan data ada, dapat disimpulkan bahwa :
-          Andragogi adalah suatu seni dan ilmu untuk membantu orang dewasa belajar
-          Implikasi andragogi dalam pembelajaran :
o   Menciptakan suasana yang mendukung proes belajar mandiri
o   Menciptakan mekanisme dan prosedur untuk perencanaan bersama secara partisipatif
o   Diagnosis kebutuhan belajar
o   Merumuskan tujuan untuk memenuhu kebutuhan belajar
o   Merencanakan pola dan teknik pengalaman belajar yang memadai
o    hasil belajar dan mendiagnosis kembali kebutuhan belajar




















DAFTAR PUSTAKA

Munthe, Bermawy, dkk. 2011. Sukses di Perguruan Tinggi. Yogyakarta : CTSD.
Sumpeno, Wahyudin. 2009. Sekolah Masyarakat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar